Jumat, Mei 29, 2009

Memilih Operasi Caesar

Menurut sebuah studi, jumlah operasi Caesar yang direncanakan (tanpa alasan medis) meningkat sampai 30% dalam beberapa tahun terakhir. Inilah alasannya: Wanita merasa lebih nyaman dengan kelahiran bayi yang terjadwal, dan bisa menghindari rasa sakit ketika melahirkan. Beberapa wanita juga takut tidak bisa mengontrol buang image air kecil setelah melahirkan via vagina, padahal penelitian terbaru menunjukkan hal itu sebetulnya dipicu oleh faktor genetik.

American College of Obstetricians and Gynecologists mengizinkan para wanita untuk menentukan pilihan selama mereka menyadari sepenuhnya risiko yang akan dihadapi, seperti kemungkinan mengalami komplikasi akibat operasi, serta proses pemulihan yang lebih lama dan lebih sakit. Wanita yang berencana memiliki lebih dari 2 anak sebaiknya menghindari operasi Caesar, menurut National Institutes of Health, karena bekas luka akibat operasi akan membuat operasi serupa nantinya berisiko tinggi.

“Saya memang tidak menolak untuk melakukannya, tapi saya ingin tahu alasan dibalik keinginan mereka. Maka, saya menyarankan agar mereka meminta pendapat dokter lain,” kata Jacques Moritz, M.D., direktur divisi ginekologi di St. Luke‘s Roosevelt Hospital, New York City. Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk menjadwalkan operasi Caesar, bicarakan dengan dokter kandungan Anda sebelum memutuskan. Ini adalah operasi besar, Anda harus mempertimbangkannya secara serius!

Bagaimana ‘nasib’ si bayi? Operasi Caesar bisa menyebabkan masalah pernapasan pada bayi. Ini sebabnya: „X Paru-paru adalah organ terakhir yang matang. Jika operasi dijadwalkan lebih awal dari hari H, misalnya seminggu sebelumnya, bayi perlu dirawat di NICU (Neonatal Intensive Care Unit) sampai paru-parunya berkembang sempurna. „X Bila persalinan tidak melalui jalan lahir, ini berarti akan lebih sedikit cairan yang keluar dari paru-paru. Akibatnya, bernapas jadi lebih berat pada hari-hari pertama. Di Indonesia, persentase operasi Caesar: „X 5% untuk rata-rata nasional „X sekitar 11% berlangsung di RS pemerintah „X lebih dari 30% di RS swasta

Senin, Mei 25, 2009

Lakukan Sesuai Tabel Kehamilan (2)

 

Minggu 22-27

Minggu 28-30

• Berhenti lembur.
• Baca info seputar persalinan.
• Lihat lagi apakah makanan Anda bergizi seimbang dan tetap berolahraga.
• Minggu 29 adalah tanggal pertama perkiraan untuk cuti melahirkan.
• Tenang-tenang saja di rumah – jangan lakukan pekerjaan berat.
• Anda harus lebih sering ke dokter.
• Mulai ikut kelas senam hamil.
• Belajar teknik relaksasi.

 

Minggu 31-33

Minggu 34-36

• Siap-siap melimpahkan tugas di kantor.
• Jangan terbang dengan pesawat atau melakukan perjalanan jauh.
• Siapkan kamar bayi.
• Biasakan diri untuk berada di rumah.
• Pikirkan untuk cuti melahirkan.
• Siapkan tas khusus untuk dibawa ke RS. Jaga-jaga Anda melahirkan.
• Tanyakan pasangan seputar perasaannya terhadap persalinan untuk memastikan bahwa ia terlibat.

 

Minggu 37-40

• Setiap minggu, Anda harus periksa ke dokter.
• Terus bergerak dengan cara berolahraga ringan.
• Ingat untuk tetap memanjakan diri ya.

Jumat, Mei 22, 2009

Lakukan Sesuai Tabel Kehamilan (1)

Tabel ini memberi gambaran secara menyeluruh kehamilan Anda plus saran seputar langkah yang akan Anda lalui pada berbagai tahapan.

 

Minggu 1-7

Minggu 8-12

• Segera ke dokter begitu Anda menduga hamil.
• Pelajari kebijakan tentang kehamilan di kantor Anda.
• Berhenti merokok dan batasi minuman beralkohol.
• Periksa kekebalan tubuh Anda terhadap rubela (campak Jerman).
• Beritahu atasan bahwa Anda hamil.
• Simpan camilan rendah-lemak di kantor untuk menghindari terjadinya morning sickness.
• Kunjungan pertama ke dokter untuk periksa kehamilan.
• Beli BH baru.
• Pada beberapa kasus, nuchal translucency scan (pemeriksaan ketebalan cairan di belakang leher janin).

 

Minggu 13-16

Minggu 17-21

• Beritahu kantor kapan Anda akan cuti melahirkan.

• Pada beberapa kasus, amniocentesis (pemeriksaan air ketuban) dilakukan untuk mendeteksi kelainan janin.

• Mulai melihat-lihat perlengkapan bayi.
• Umumnya, Anda diperiksa USG (ultrasonografi) pertama kalinya untuk melihat kondisi janin Anda.
• Mulai melakukan latihan otot-otot panggul.
• Beli baju hamil sesuai pekerjaan Anda.
• Buat rencana persalinan.

Senin, Mei 18, 2009

Anda Mau Mencoba WaterBirth?

Alternatif bersalin di dalam air Waterbirth adalah proses persalinan yang dilakukan di dalam air hangat. Pada saat di kandungan, bayi berada dalam air ketuban. Dengan melahirkan di dalam lingkungan yang sama, akan lebih nyaman bagi bayi, sekaligus menurunkan tingkat stres mama.

Apa keuntungannya? image

  • Air bersifat menyejukkan, membuat nyaman, dan  meningkatkan energi.
  • Daya apung mengurangi berat badan mama, memungkinkannya untuk bergerak lebih bebas.
  • Air dapat mengurangi hormon penyebab stres, dan membuat badan mama menghasilkan endorphin, peredam rasa sakit.

Jangan melakukan waterbirth jika....

  • Mama menderita herpes. Herpes sangat mudah ditularkan lewat air.
  • bayi dalam posisi sungsang. berkonsultasilah dulu dengan dokter.
  • Mama terdiagnosa mengalami pendarahan hebat dan infeksi kehamilan.
  • bayi kembar, dalam kasus ini berkonsultasilah dengan dokter.

Apakah air hangat tidak berbahaya bagi kehamilan?

Tergantung dari temperaturnya. Jika air terlalu panas, dapat berisiko terjadinya dehidrasi bagi mama dan bayinya, juga dapat menaikkan suhu tubuh mama dan detak jantung bayi. Jadi, pastikan temperatur air stabil di suhu 36 derajat C dan jumlahnya cukup.

Berapa lama bayi dapat bertahan di dalam air? Di Amerika Serikat, biasanya bayi dikeluarkan dari air pada 10 detik pertama setelah kelahirannya. Langkah yang tepat dilakukan adalah mengangkat si bayi tanpa tergesa-gesa dan menidurkannya di gendongan mama.

HML5A